7 Strategi Penetapan Harga Produk mebel dalam Pemasaran

cara menentukan harga produk mebel dalam persaingan pemasaran yang sehat

7 Strategi Penetapan Harga Produk mebel dalam Pemasaran 
apakah sobat sebelumnya pernah dengar istilah manusia sebagai makhluk ekonomi?, yah.. selain sebagai seorang mahluk sosial, manusia juga merupakan mahluk ekonomi, karena bagaimanapun juga untuk bisa bertahan hidup manusia juga memerlukan aspek lahiriyah yang ada pada diri manusia, yaitu sebagai mahluk ekonomi.

apa buktinya bahwa manusia merupakan mahluk ekonomi?, contoh mudah saja, biasanya seseorang akan cenderung mengharapkan hasil sebesar atau semaksimal mungkin dengan pengorbanan (berupa modal/biaya) seminimal mungkin, itu sudah secara otomatis tertanam dalam pikiran setiap manusia. bisa disimpulkan, bahwa manusia merupakan mahluk yang sangat peka terhadap harga/biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sesuatu.
Baca : Tips Memulai dan mengembangkan Bisnis Furniture Dari Usaha Rumahan
Cara mudah memulai membuka usaha mebel furniture tanpa modal
Tips dan trik ampuh meningkatkan penjualan bisnis mebel melalui internet
Nah…. sebagai seorang penjual barang mebel atau bisa disebut sebagai pelaku bisnis mebel, tentunya kita harus pandai-pandai memanfaatkan kepekaan terhadap harga tersebut untuk lebih meningkatkan omset penjualan barang mebel yang kita jual dengan cepat.
lalu apa saja sih strategi penetapan harga produk itu? langsung saja simak ulasan berikut ini :

1. Harga barang mebel Berbanding Lurus dengan Kualitas barang mebel yang dijual

pada umumnya Harga barang mebel yang tinggi sangat cenderung sebanding dengan kualitasbarang mebel yang diperoleh. di era yang makin canggih seperti sekarang ini, tentunya bukan hanya teknologi saja yang makin smart, tetapi para pengguna dalam hal ini adalah para calon konsumen juga makinsmart dan mulai mempertimbangkan dan memperhatikan kondisi seperti itu, dan mulai paham, jika Menginginkan barang yang berkualitas tentunya ada harga mahal yang harus dikeluarkan.
 
Jadi perlu diingat, sebagai pelaku bisnis mebel sobat tak perlu ragu untuk mematok harga mebel dengan harga yang tinggi untuk setiap produk yang sobat tawarkan pada calon pembeli, namun dengan catatan kualitas barang mebel yang sobat jual memang sebanding dengan harga mahal yang diberikan. Sebab, jika nantinya kualitas produk mebel yang sobat jual justru lebih rendah atau tak sebanding dengan harga yang dikeluarkan konsumen, percayalah, konsumen akan kapok untuk berbelanja lagi, karena merasa tertipu dengan barang yang telah dibeli dan nantinya tak akan terjadi hubungan yang continue (berkesinambungan) dan yang ada justru hanya ada rekomendasi ataupun feedback yang buruk pada sobat.

ketika mulai merintis dan membangun sebuah bisnis mebel, tentunya akan terasa sangat sulit dan berat jika langsung mematok dengan harga yang tinggi, namun Nanti setelah konsumen sudah menerima produk sobat dan merasa senang dan sangat puas, tentunya para konsumen yang sudah pernah membeli prosuk dari tempat sobat tak akan ragu untuk merekomendasikannya pada teman maupun saudaranya, bahkan tak menutup kemungkinan pembeli yang awalnya hanya sekedar membeli, menjadi tertarik untuk menjadi resseler dan ikut memasarkan produk sobat, karena tahu kualitas produknya sangat bagus dan berbeda dengan tempat lainnya. 
Baca juga : peluang usaha jual furniture online untuk mendapatkan uang
belajar memulai bisnis mebel kerajinan kayu
cara dan tips mudah meningkatkan penjualan mebel secara online

2. perhitungan Biaya (modal)

dalam setiap usaha tak terkecuali usaha mebel, yang paling menjadi pertimbangan dalam menentukan harga adalah perhitungan biaya, berapa biaya yang dikeluarkan (dijadikan modal), mulai dari biaya pembuatan barang, biaya untuk menggaji para pekerja, biaya untuk packing, sampai biaya pengiriman, biasanya yang membuat rugi adalah adanya kesalahan dalam perhitungan biaya, sehingga hasil akhir justru menunjukan kerugian atau - (minus).

3. perhitungan investasi yang sehat

tak menutup keinginan jika nantinya akan ada yang berinvestasi atau kebalikannya, sobat yang bukan pelaku mebel ber investasi pada pelaku bisnis mebel, dalam investasi yang menjadi perhitungan utama biasanya adalah berapa lama jangka waktu investasi bisa balik modal.

3. Perhitungan Persaingan

tentunya akan jauh lebih muda jika usaha mebel sobat adalah satu-satunya mebel yang ada, namun seperti yang kita tahu, bahwa pelaku bisnis mebel tidaklah sedikit, mulai dari mebel kecil-kecilan (mebel rumahan), mebel dengan skala sedang sampai mebel yang sudah sangat besar yang sudah banyak memonopoli didaerah-daerah tertentu, dalam perhitngan persaingan yang terpenting adalah jika sobat masih dalam posisi usaha mebel yang baru di bangun dan baru berkembang, ada baiknya menetapkan harga setingkat dengan para kompetitor yang setingkat, baik secara kualitas maupun secara kuantitasnya.

4. perhitungan Jumlah Permintaan

dalam hukum ekonomi tentunya sudah sering dijelaskan, bahwa permintaan barang sangat mempengaruhi harga barang, Ketika permintaan barang mebel  dengan jenis yang sama mulai tinggi, artinya banyak konsumen menginginkan barang mebel sejenis, untuk itulah sebagai pelaku ekonomi, kita bisa menaikan harga untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dan itu juga berlaku sebaliknya.

5.memberikan penawaran Harga Bersaing

sobat mulai bingung ya... karena seperti yang telah dijelaskan di bagian pertama tadi yang menjelaskan tentnag jangan takut untuk mematok harga tinggi, namun tiba-tiba sekarang ada bagian yang menjelaskan tentang penawaran harga yang bersaing.

pada dasarnya Seharusnya harga berbanding lurus dengan kualitas. Karena harga sering dianggap sebagai penentu kualitas suatu produk, akan tetapi yang perlu diperhatikan disini adalah persaingan harga dengan kualitas yang sama (dengan kualitas yang sama bagusnya), biasanya antara produk A (berkualitas) dengan produk B (berkualitas), selisih harganya tak akan tinggi, untuk itulah jika sobat mematok terlalu tinggi nantinya juga para pelanggan akan kabur.

6. memberikan promo Free Ongkos Kirim, untuk memanipulasi harga.

tujuan pemberian free ongkir ini adalah agar para pembeli tak merasa terbebani dengan mahalnya ongkir yang harus dibayarkan, walaupun sebenarnya biasanya harga awal suatu barang sudah dirubah (diakumulasi dengan ongkir), namun paling tidak para pelanggan tak perlu lagi memikirkan biaya untuk ongkirnya.

7. memberikan Potongan Harga untuk pembelian minimal sesuai ketentuan

hal yang bisa dibilang sangat sepele dan terlihat menguragi untung yang akan didapatkan, padahal sebenarnya justru sangat menguntungkan bagi penjualnya, kenapa demikian, Prinsipnya keuntungan perproduk memang sedikit, tapi total keuntungan dari keseluruhan penjualan bisa meningkat berkali-kali, misalnya keuntungan bersih dari sebuah kursi adalah Rp.500.000, namun anda memberikan potongan harga (Rp.200.000) untuk minimal oeder 4 kursi, walaupun bisa memangkas keuntungan bersih per 1 pcs kursi, namun nantinya keuntungan yang didapat akan jauh lebih berlipat-lipat.
Pemberian potongan dengan minimal pembelian ini hampir serupa dengan pemberian diskon, namun biasanya diskon bisa berlaku untuk satu barang atau tidak ada ketentuan minimal pembelian, namun tujuannya tetaplah sama, yaitu untuk menarik minat pembeli untuk membeli produk lebih banyak lagi (memborong).

Sunday, April 15, 2018 - tanpa komentar

0 komentar untuk 7 Strategi Penetapan Harga Produk mebel dalam Pemasaran.

Silahkan berkomentar dengan sopan dan jangan hanya membuat spam, karena komentar spam akan langsung di hapus, berkomentarlah sesuai dengan tema artikel terkait.


Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar